desa tempuran

Sejarah Desa

Berawala dari tahun 1920an terdapat suatu wilayah di belahan sungai ( kali Blorok) yang sangat luas. Konon katanya bahwa terjadinya kali borok itu tinggalan dari pendiri desa.

Pada awalnya kisah terjadinya kali blorok ada seorang sakti yang berkelana menelusuri hutan dari arah selatan ke utara dengan menyeretkan tongkatnya yang akhirnya menjadi sebuah sungai yang diberi nama Sungai Blorok, namun seorang tersebut mempunyai maksud tertentu bahwa wilayah tersebut nantinya dijadikan syiar agama dengan melewti jalur sungai ke arah utara ( bonang ).

Pada saat itu wilayah wilayah tersebut dikenal sebagai pertemuan para pendiri agama, yang dipimpin oleh seorang sesepuh desa dan adi ndalem yang ikut sesepuhan kadilangu..

pada suatu hari datanglah rombongan pendiri agama untuk syiar kearah utara ( Bonang) dengan menggunakan perahu dan bertepatan di Desa bertemu dengan seekor semut ngangkrang yang sangat banyak sekali dan seorang pun tak berani menembus perjalanan yang akhirnya perjalanan tidak diteruskan kembali dan ditunda dipagi hari, karena sudah larut malam atau menjelang larut malam atau menjelang magrib, akhirnya rombongan singgah di suatu yang ditempati dengan mengadakan musyawarah bersama, sebelum perjalanan dipagi harinya seorang rombongan berkata yang akhirnya desa yang ditempati kalu ada rejone zaman tempat ini saya beri nama TEMPURAN yang artinya tempat Musyawarah.

PEMERINTAHAN KEPALA DESA SUKIRNO

Desa Tempuran adalah desa kolonisasi yang datang dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan terdiri dari beberapa Daerah. desa Tempuran pada mulanya adalah berasal dari hutan kawasan negeri, ketika pada tahun 1937 datanglah penduduk kolonisasi sejumlah 45 KK dan sebanyak 135 jiwa, kemudian pada tahun 1939 datang lagi sejumlah 100 KK sama dengan 325 jiwa, diantara dua tahun berturut -turut jumlah penduduk semua 145 KK sama dengan 460 jiwa, semua membuka dan menggarap tanah yang telah disediakan oleh Pemerintah yang disebut Magang Tani.

Pada tahun 1937 Kepala desa dijabat oleh SURADI dan tahun 1939 diadakan pemilihan Kepala Desa yang dipercaya untuk menjabat Kepala Desa adalah SAHONO sampai dengan Tahun 1945 meninggal dunia, yang selanjutnya dijabat oleh KASMIDI ( 1945-1978 ), Karena dalam menjalankan tugasnya kasmidi meninggal dunia, Pj.Kepala Desa dijabat oleh SELAMET (Kamitua) sampai dengan tahun 1980 dan cariknya KASMI,

Pada tahun 1980 diadakan pemilihan Kepala Desa, dan terus berkembang dengan Kepala Desa RATMONO tahun  (periode 1980-1989) sebagai Kepala Desa dan Cariknya KASMI sampai dengan Tahun 1985 meninggal dunia. dan Tahun 1986 diadakan pengisian jabatan carik desa, sebagai carik Desa SUBADI dan pada Tahun 1989 sebagai PJ. Kepala desa.

Pada tahun (1989 -1998) RATMONO sebagai kepala desa terpilih dan SUBADI sebagai Carik Desa kemudian pada Tahun 1998 sebagai PJ.Kepala Desa.

Pada Tahun 1998-2008 SUKARDI sebagai Kepala Desa Terpilih dan SUBADI sebagai Sekretaris Desa dan pada Tahun ( 2008-2009) Sebagai Pj.Kepala Desa.

Pada tahun 2009 – 2015 SUKARDI sebagai Kepala Desa Terpilih dan SUBADI sebagai Sekretaris Desa.

pada Tahun 2015 – 2016 SUKIRNO,ST Kaur Pembangunan sebagai Pj.Kepala desa .

Pada Tahun 2016 – 2022 SUKIRNO,ST sebagai Kepala Desa terpilih dan SUBADI sebagai Sekretaris Desa

Sejarah Desa Tempuran

Dikutip: Sesepuh orang terdahulu